UBN Tersangka, Fahri Unggah Video Cak Nun: Muslim Politik Pateni!

UBN Tersangka, Fahri Unggah Video Cak Nun: Muslim Politik Pateni!
UBN Tersangka, Fahri Unggah Video Cak Nun: Muslim Politik Pateni!
loading...




GELORA.CO - Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), ulama pendukung capres 02, Prabowo Subianto ditetapkan sebagai tersangka.




Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) itu menambah daftar pentolan kubu 02 yang terjerat hukum.




UBN ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan pengalihan aset Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).




Polisi menduga ada aliran dana dari Bachtiar Nasir yang pernah ke Turki. Padahal YKUS didirikan untuk mengumpulkan donasi bagi Aksi Bela Islam 411 dan 212.




Penetapan UBN sebagai tersangka mendapat tanggapan dari pakar hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Muzakir.




Menurutnya, penetapan UBN sebagai tersangka tidak tepat. Sebab, dulu kasus itu sudah dinyatakan ditutup.




Muzakir menyatakan, polisi terkesan mencari-cari kesalahan UBN dengan membuka lagi kasus tersebut.




Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengunggah video ceramah tokoh intelektual yang juga budayawan, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun.







Dalam video itu, Cak Nun membandingkan Jepang dengan Indonesia, baik dari penegakan hukumnya maupun polisinya.




“Kamu menjadi orang lemah di Jepang, kenapa? karena kamu dilindungi oleh negara. Polisinya tertib, hukum jalan,” ucap Cak Nun dalam video tersebut.




Di Indonesia, kata Cak Nun, rakyat harus melindungi dirinya sendiri supaya sakti.




“Di sana (Jepang) polisi melindungi, di sini (Indonesia) ngancam. Maka tidak ada bangsa yang setangguh dan semandiri bangsa Indonesia,” imbuhnya.




Cak Nun pun mengungkit kehebatan anak-anak Indonesia di bidang sains. Ia mencontohkan, siswa SD, SMP dan SMA selalu menang olimpiade sains di luar negeri.




“Tapi Indinesia tidak boleh meneruskan kemenangannya sampai tingkat dewasa. Begitu kamu dewasa, kamu hebat, kamu dibunuh, apalagi kamu orang Indonesia, apalagi Indonesia muslim,” kata Cak Nun.




“Muslim itu gak boleh (hebat), muslim ibadah boleh, tapi muslim kaya diele-ele, diminta-minta. Muslim politik pateni, kan begitu. Koyo-koyo fair wae dunyo,” tandasnya.




Cak Nun juga menyindir sejumlah elit dan tokoh politik pendukung pemerintah yang kerap menyebut Islam Radikal.




“Tidak ada radikalis di Indonesia, jangan percaya, tidak ada. Yang ada radikal itu pemerintah,” tegas Cak Nun.




Berikut ini video ceramah lengkap Cak Nun yang mengkritik penegakan hukum di Indonesia yang diposting pada 5 November 2017:








loading...
loading...